Tak pernah engkau hiraukan
Butiran-butiran indah keringatmu
Selalu menjadi teman setiamu
Si papa yang tak punya atap
kau rampas tanpa naluri
Bergelimangan emas di depanmu
Tak pernah engkau tatap
Seakan-akan matamu buta
Lihat..!
lihat..!
Dia hanya bekerja demi mencari sesuap nasi
Sadarlah kawan
Dia butuh uluran tangan kita


0 komentar:
Posting Komentar